Turut Mengundang: Arti, Susunan & Contoh di Undangan

Turut Mengundang: Arti, Susunan & Contoh di Undangan

Tim Abadikan

Turut mengundang di undangan pernikahan adalah daftar nama keluarga besar atau kerabat yang dihormati, misalnya kakek-nenek, paman-bibi, atau sesepuh keluarga, yang ikut mengundang tamu di samping orang tua mempelai. Pengundang utamanya tetap kedua orang tua, dan bagian ini tidak wajib ada. Biasanya daftar ini ditaruh di bagian paling akhir undangan.

Di panduan ini kamu dapat arti lengkapnya, siapa saja yang biasa dicantumkan, urutan dan aturan menulis nama serta gelar, enam contoh siap salin, dan cara menaruh versi ringkasnya di undangan digital.

Apa Arti Turut Mengundang di Undangan Pernikahan?

Menurut KBBI, turut berarti "bersama di dalam atau ke; ikut". Jadi turut mengundang artinya ikut mengundang. Yang mengundang tetap orang tua mempelai, sedangkan nama-nama di daftar ini ikut menyampaikan undangan.

Kenapa bagian ini sering ada? Setidaknya ada tiga alasan:

  • Menghormati keluarga besar. Kakek-nenek, pakde-bude, atau om-tante merasa dilibatkan dalam hajatan keponakan atau cucunya.
  • Memberi konteks ke tamu. Banyak tamu, terutama teman orang tua dan tetangga di kampung, lebih kenal pakde atau kakekmu daripada kamu. Nama yang mereka kenal membantu mereka tahu dari mana undangan itu datang.
  • Menunjukkan restu. Daftar keluarga yang ikut mengundang memberi kesan pernikahan ini didukung keluarga dari dua pihak.

Supaya tidak tertukar, bedakan dua bagian ini:

Pengundang utama Turut mengundang
Siapa Ayah dan ibu kedua mempelai Kakek-nenek, saudara orang tua, saudara mempelai, sesepuh atau wali
Letak Di bawah nama tiap mempelai, misalnya "Putra dari Bapak … & Ibu …" Bagian paling akhir, setelah kalimat penutup
Wajib? Lazim dicantumkan Tidak wajib, pilihan keluarga
Kartu mempelai di undangan digital yang menampilkan nama orang tua sebagai pengundang utama
Di tema Jingga, nama orang tua tampil di bawah nama tiap mempelai. Teksnya diisi lewat kolom Orang tua & keterangan di bagian Data mempelai.

Kalau kamu sedang menyusun seluruh teks undangan, contoh kata-kata pembuka dan penutup undangan bisa dipakai bersama daftar turut mengundang di bawah.

Siapa Saja yang Dicantumkan di Turut Mengundang?

Tidak ada aturan baku secara nasional. Yang ada adalah kebiasaan yang cukup umum: urutkan dari yang paling dituakan. Tabel ini bisa jadi titik awal sebelum kamu diskusikan dengan orang tua.

Urutan Pihak mempelai pria Pihak mempelai wanita Contoh penulisan
1 Kakek & nenek dari ayah dan ibu Kakek & nenek dari ayah dan ibu H. [Nama Kakek] & Hj. [Nama Nenek]
2 Saudara kandung ayah dan ibu (pakde, bude, om, tante), dari yang tertua Saudara kandung ayah dan ibu, dari yang tertua Bapak [Nama] & Ibu [Nama]
3 Kakak atau adik mempelai yang sudah berkeluarga Kakak atau adik mempelai yang sudah berkeluarga [Nama] & [Nama Pasangan]
4 Sesepuh, wali, atau tokoh yang dekat dengan keluarga Sesepuh, wali, atau tokoh yang dekat dengan keluarga Bapak K.H. [Nama]

Beberapa catatan sebelum mengisi tabel:

  • Keputusan akhir ada di keluarga. Siapa yang masuk sering kali soal perasaan, bukan aturan. Susun daftarnya bersama orang tua, sama seperti saat menyusun daftar tamu pernikahan.
  • Seimbangkan dua pihak. Jumlah nama tidak harus sama persis, tapi daftar yang timpang jauh bisa memancing pertanyaan.
  • Adat bisa punya kebiasaan sendiri. Keluarga yang memakai tata cara adat Jawa, Batak, atau Minang bisa punya pakem sendiri soal siapa yang disebut di undangan. Tanyakan ke sesepuh keluarga sebelum daftarnya dikunci.

Susunan Turut Mengundang yang Benar

Setelah nama-namanya terkumpul, susun dengan langkah berikut:

  1. Pisahkan per pihak. Buat dua kelompok, keluarga mempelai pria dan keluarga mempelai wanita. Ikuti urutan yang sama dengan nama mempelai di undangan.
  2. Urutkan dari yang paling senior. Kakek-nenek dulu, lalu saudara orang tua dari yang tertua, lalu saudara mempelai.
  3. Satu pasangan, satu baris. Suami-istri cukup ditulis "Bapak [Nama] & Ibu [Nama]" atau "Kel. Bapak [Nama]". Ini menghemat ruang dan lebih mudah dibaca.
  4. Pakai satu format. Kalau satu nama ditulis lengkap dengan gelar, perlakukan nama lain dengan cara yang sama. Campuran format membuat daftar terlihat berantakan.
  5. Batasi panjangnya. Daftar yang terlalu panjang membuat undangan cetak penuh sesak dan undangan digital kebanyakan scroll. Kalau sudah lebih dari satu layar HP, pertimbangkan versi ringkas "Segenap keluarga besar".
  6. Konfirmasi ke yang bersangkutan. Tanyakan dulu sebelum nama seseorang dicetak atau disebar. Sekalian pastikan ejaan namanya.

Aturan Penulisan Nama, Gelar & Almarhum

Daftar turut mengundang penuh nama dan gelar, jadi salah tulis cepat terlihat. Pakai checklist ini, yang mengacu ke Ejaan yang Disempurnakan Edisi V (EYD V) dan KBBI:

  • Bapak dan Ibu diawali huruf kapital. Kata kekerabatan yang dipakai sebagai sapaan atau pengacuan ditulis kapital (EYD V, huruf kapital kaidah 23).
  • Gelar di depan nama diawali huruf kapital. Ini berlaku untuk gelar kehormatan, kebangsawanan, keagamaan, atau akademik yang diikuti nama orang, misalnya Haji, Raden, atau Doktor (kaidah 8 di halaman yang sama).
  • Singkatan gelar diberi titik di tiap unsurnya. Contohnya H., Hj., Dr., S.E., S.Kom., dan R.M. (EYD V, singkatan kaidah 1).
  • Gelar akademis di belakang nama dipisah koma. Tulis "[Nama], S.E.", bukan "[Nama] S.E." (EYD V, tanda koma kaidah 11).
  • Almarhum dan almarhumah dipakai dengan tepat. KBBI mengartikan almarhum sebagai "yang dirahmati Allah (sebutan kepada orang Islam yang telah meninggal)" dan juga "yang telah meninggal; mendiang". Singkatan "(Alm.)" untuk laki-laki dan "(Almh.)" untuk perempuan adalah kebiasaan di undangan, bukan kaidah EYD. Untuk keluarga non-Muslim, kata mendiang bisa jadi pilihan yang lebih pas.
  • Ejaan nama sudah dicek ke orangnya. Nama seperti Muhammad, Mohamad, atau Muhamad mudah tertukar. Salah tulis nama lebih terasa daripada typo di bagian lain.

Contoh Turut Mengundang Siap Salin

Ganti [Nama] dengan nama keluargamu. Sesuaikan jumlah baris dengan daftar yang sudah kamu sepakati bersama orang tua.

1. Keluarga lengkap (formal)

Turut Mengundang

Keluarga mempelai pria
H. [Nama Kakek] & Hj. [Nama Nenek]
Bapak [Nama] & Ibu [Nama]
Bapak [Nama] & Ibu [Nama]
[Nama Kakak] & [Nama Pasangan]

Keluarga mempelai wanita
Bapak [Nama Kakek] & Ibu [Nama Nenek]
Bapak [Nama], S.E. & Ibu [Nama]
[Nama Kakak] & [Nama Pasangan]

2. Versi simple "segenap keluarga besar"

Cocok kalau daftar namanya terlalu panjang, atau kamu tidak ingin ada yang merasa terlewat.

Turut Mengundang
Segenap keluarga besar Bapak [Nama Ayah Mempelai Pria] & Ibu [Nama Ibu Mempelai Pria]
Segenap keluarga besar Bapak [Nama Ayah Mempelai Wanita] & Ibu [Nama Ibu Mempelai Wanita]

3. Versi anak muda yang santai

Untuk undangan yang nadanya lebih kasual, misalnya yang disebar ke teman-teman.

Ikut ngundang kamu juga:
Keluarga besar [Nama Panggilan Pria] & keluarga besar [Nama Panggilan Wanita], yang dari kemarin sudah heboh di grup WA keluarga.

4. Salah satu orang tua sudah meninggal

Penghormatan untuk orang tua yang sudah berpulang biasanya ditaruh di baris pengundang utama. Daftar turut mengundang tetap diisi keluarga yang masih ada.

Putra dari Bapak [Nama] (Alm.) & Ibu [Nama]

Turut Mengundang
Keluarga besar almarhum Bapak [Nama]
Bapak [Nama] & Ibu [Nama]

5. Dengan sesepuh atau tokoh masyarakat

Kalau ada tokoh yang dekat dengan keluarga, sebut namanya dengan gelar yang benar. Jabatan cukup ditulis kalau memang relevan.

Turut Mengundang
K.H. [Nama] & Hj. [Nama]
Bapak [Nama], S.Sos. (Kepala Desa [Nama Desa]) & Ibu [Nama]
Bapak [Nama] & Ibu [Nama]

6. Versi ringkas untuk undangan digital

Satu kalimat yang bisa kamu taruh di teks penutup, tanpa daftar nama yang panjang.

Atas kehadiran dan doa restunya, kami bersama segenap keluarga besar Bapak [Nama] & Ibu [Nama] serta Bapak [Nama] & Ibu [Nama] mengucapkan terima kasih.

Turut Mengundang di Undangan Digital: Perlu atau Tidak?

Di undangan digital, tamu membaca dari layar HP sambil scroll. Daftar sepuluh pasang nama yang di kertas cukup satu kolom bisa jadi beberapa layar sendiri. Karena itu, versi ringkas seperti contoh nomor 2 atau 6 biasanya lebih nyaman dibaca. Keluarga besar tetap disebut, tamu tidak perlu scroll terlalu jauh.

Abadikan tidak punya kolom khusus bernama "Turut Mengundang". Yang bisa kamu atur adalah baris orang tua di bawah nama mempelai dan, di tema Jingga, teks penutup undangan. Cara menaruh keduanya ada di bawah. Semua perubahan di editor tersimpan otomatis dan langsung kelihatan di preview, jadi tidak ada tombol simpan yang perlu diklik. Kamu bisa lihat hasilnya langsung di demo tema Jingga varian Masjid Gading.

Isi nama orang tua sebagai pengundang utama

  1. Buka Isi undangan › Data mempelai.
  2. Di kartu Mempelai pria, isi kolom Orang tua & keterangan, misalnya "Putra pertama dari Bapak [Nama] & Ibu [Nama]".
  3. Ulangi di kartu Mempelai wanita.
  4. Cek hasilnya di preview. Perubahannya tersimpan otomatis.

Gambaran umum soal data pengantin juga ada di docs Isi data pengantin.

Taruh versi ringkas di teks penutup (tema Jingga)

  1. Buka Isi undangan › Teks & dekorasi. Bagian ini hanya ada untuk template Aruma dan Jingga. Langkah di bawah memakai Jingga.
  2. Buka kelompok Ucapan Terima Kasih (Teks penutup undangan).
  3. Isi kolom Judul dan Subjudul. Kalimat versi ringkas (contoh nomor 6) paling pas ditaruh di Subjudul.
  4. Cek hasilnya di preview. Kalau kolomnya dikosongkan lagi, undangan kembali memakai teks bawaan template.
Bagian teks penutup undangan digital tema Jingga yang bisa diubah di Teks & dekorasi
Teks penutup tema Jingga diatur di Isi undangan › Teks & dekorasi › Ucapan Terima Kasih. Versi ringkas turut mengundang bisa ditulis di sini.

Tampilan bagian dan hiasan tema Jingga diatur terpisah di Pengaturan undangan. Gambaran umumnya ada di docs pengaturan tema Jingga.

Kalau semua teks sudah rapi, tinggal sebar undangan digital lewat WhatsApp dengan nama tiap tamu di link undangannya, supaya setiap tamu menerima undangan atas namanya sendiri.

Pertanyaan yang Sering Ditanya

Siapa saja yang turut mengundang dalam undangan pernikahan?

Biasanya keluarga besar dari dua pihak: kakek-nenek, saudara kandung ayah dan ibu, kakak atau adik mempelai yang sudah berkeluarga, lalu sesepuh, wali, atau tokoh yang dekat dengan keluarga. Tidak ada aturan baku. Susun daftarnya bersama orang tua dan urutkan dari yang paling dituakan.

Apa yang dimaksud dengan turut mengundang?

Turut mengundang artinya ikut mengundang. KBBI mengartikan turut sebagai "ikut". Di undangan pernikahan, ini adalah daftar keluarga besar atau kerabat yang ikut menyampaikan undangan di samping pengundang utama, yaitu orang tua mempelai. Letaknya biasanya di bagian paling akhir undangan, setelah kalimat penutup.

Kenapa di undangan ada turut mengundang?

Ada tiga alasan utama. Pertama, sebagai penghormatan kepada keluarga besar seperti kakek-nenek dan saudara orang tua. Kedua, membantu tamu yang lebih kenal kerabat orang tua daripada mempelai untuk tahu dari mana undangan itu datang. Ketiga, menunjukkan bahwa pernikahan direstui keluarga dari dua pihak.

Apakah di undangan wajib ada turut mengundang?

Tidak wajib. Turut mengundang adalah kebiasaan untuk menghormati keluarga besar, bukan keharusan. Versi ringkas "segenap keluarga besar" sudah cukup, terutama di undangan digital yang dibaca dari layar HP. Kalau keluarga ingin disebut satu per satu, diskusikan daftarnya bersama orang tua.

Bolehkah mencantumkan nama keluarga yang sudah meninggal di turut mengundang?

Turut mengundang berarti ikut mengundang, jadi nama yang dicantumkan sebaiknya keluarga yang masih ada. Untuk menghormati yang sudah berpulang, tulis "(Alm.)" atau "(Almh.)" di baris orang tua mempelai, atau pakai bentuk "Keluarga besar almarhum Bapak [Nama]" di daftar turut mengundang. Keluarga non-Muslim bisa memakai kata "mendiang".

Siap Menyusun Undanganmu?

Daftar turut mengundang yang rapi itu sederhana: urut dari yang paling dituakan, satu format untuk semua nama, gelar ditulis sesuai EYD V, dan panjangnya disesuaikan dengan cara tamu membacanya. Untuk undangan digital, versi ringkas di teks penutup sering kali sudah cukup.

Kalau teks dan daftar namamu sudah siap, kamu bisa buat undangan digital pernikahanmu dan langsung lihat hasilnya di preview sebelum disebar ke keluarga dan teman.

Suka artikel ini? Bagikan ke teman.