Sekampung Abadikan

Semesta karakter Dika & Putri

Kenalan dengan warganya

Yang menikah dua orang, yang repot satu kampung.

Ada yang mencatat semua persiapan, ada yang mendesain undangan, ada yang menunggu balasan tamu, ada yang menyambut di gerbang, ada yang mengurus amplop.

Di balik tiap pernikahan ada banyak orang yang jarang masuk foto.

Yuk, kenalan dengan warga kampung Dika & Putri.

Peta kampung

Pilih nomor atau nama warga untuk langsung ke ceritanya.

Bab 1 dari 3

Persiapan

Mulai dari mana, ya?

Warga 1 dari 6

Dika & Putri

a.k.a. Yang Punya Cerita

Putri: Kamu yang naksir duluan, kan?

Dika: Kok aku?

Dika dan Putri sudah yakin satu sama lain.

Soal menyiapkan pernikahan, mereka masih pengantin pemula. Untung sekampung langsung turun tangan.

Mereka kebagian satu tugas: menulis kisah cinta sendiri, dari awal kenal sampai lamaran.

Bagian tersulitnya: memutuskan siapa yang naksir duluan.

  • Dika · 29 tahun, Bandung
  • Gugup tiap ditanya "kapan?"
  • Putri · 27 tahun, Palembang
  • Buku catatan merah selalu di tangan
Kolase: buku catatan merah, cincin lamaran dalam kotak, polaroid ilustrasi Dika & Putri, dan potongan layar Kisah cinta berisi contoh cerita mereka.
Titipan: buku catatanTitip ke Wenda, ya

Warga 2 dari 6

Wenda

a.k.a. Wedding Planner

Wenda: Tenang, sudah aku centang.

Tetangga sebelah yang sudah tiga kali jadi panitia nikahan sepupu.

Budget, vendor, tabungan nikah, sampai jam berapa rombongan datang, semua masuk catatannya.

Prinsipnya satu: nggak ada yang kelewat. Kecuali sarapannya sendiri.

  • 34 tahun, Medan
  • Pensil kuning selalu terselip di rambut
  • Papan jepit tidak pernah lepas
Kolase: papan jepit berisi checklist, kalkulator, celengan, dan potongan layar To-do berisi tugas persiapan yang sudah dicentang.
Titipan: checklist "undangan: belum"Bagian undangan, giliran Desi

Bab 2 dari 3

Undangan

Tinggal tunggu balasan

Warga 3 dari 6

Desi

a.k.a. Desain

Desi: Yang ini "kalian" banget.

Undangan digital Abadikan tema Camp milik Dika & Putri: tenda bercahaya di hutan pinus.

Sepupu Putri, kuliah desain, dan punya pendapat soal semua warna.

Untuk undangan Putri, dia ganti tema berkali-kali sampai larut malam, lalu kembali ke pilihan pertama.

Kalau ditanya kenapa, jawabannya selalu sama: itu namanya riset.

  • 21 tahun, Yogyakarta
  • Baju kodok merah jambu, tablet di tangan
  • Tidur jam 3, bangun jam 3
Kolase: kipas kartu contoh warna, sketsa undangan penuh coretan revisi, dua kuas, dan tablet berisi dua tema undangan dari katalog.
Titipan: undangan yang sudah jadiSudah jadi, giliran Bu Rara

Warga 4 dari 6

Bu Rara

a.k.a. RSVP

Bu Rara: Tante Ida sudah jawab. Tinggal tiga lagi!

Pak Guru, Bu Bidan, dan Tante Ida menjawab hadir, jadi tinggal 3 tamu yang belum jawab.

Budhe Putri dari pihak ibu. Sejak undangan dikirim, HP-nya tidak pernah jauh dari tangan.

Dia hafal siapa yang belum jawab, lengkap dengan alasannya masing-masing.

Kata Bu Rara, ini bukan kepo. Ini perhatian.

  • 55 tahun, Palembang
  • Kacamata berantai selalu tergantung di leher
  • Hafal nama semua tamu
Kolase: HP dan potongan layar RSVP berisi formulir Konfirmasi Kehadiran yang belum diisi, daftar tamu berkotak hijau, dan kacamata bingkai cokelat.
Titipan: HP penuh balasanTamu sudah di gerbang Pak Tamrin

Bab 3 dari 3

Hari H

Semua sudah datang

Warga 5 dari 6

Pak Tamrin

a.k.a. Buku Tamu

Pak Tamrin: Silakan masuk, sudah tercatat!

Ketua RT yang jaga gerbang kampung sejak undangan masih difotokopi.

Dulu modalnya cuma ingatan: dia hafal semua wajah sekampung.

Sekarang cukup sekali scan, tamu langsung tercatat, dan Pak Tamrin bisa ikut salaman.

  • 60 tahun, Betawi
  • Peci hitam, koko putih, kain kotak di bahu
  • Suaranya terdengar sampai ujung gang
Kolase: pemindai QR, buku tamu kertas lama yang sudah ditutup, janur gerbang, dan potongan layar Check-in QR berisi contoh daftar tamu.
Titipan: QR tamuSilakan ke meja Om Kadek

Warga 6 dari 6

Om Kadek

a.k.a. Amplop & Kado

Om Kadek: Amplopnya lewat undangan. Om makan dulu, ya!

Tetangga lama keluarga Dika. Dari dulu selalu kebagian jaga meja amplop, sampai lupa makan.

Sekarang tamu kirim amplop dari undangan, dan nama pengirimnya tercatat sendiri.

Om Kadek akhirnya bisa antre prasmanan seperti tamu lain.

  • 50 tahun, Bali
  • Kemeja batik cokelat-kunyit andalan
  • Piring prasmanan selalu penuh
Kolase: HP tamu yang membuka undangan dengan amplop berhati menyembul, potongan layar Amplop & kado tanpa nominal, dan piring prasmanan.
Titipan: amplop berhatiLihat mereka di layar Abadikan

Di layar Abadikan

Warganya cuma ilustrasi, tapi tampilan layarnya asli dari produk. Ini fitur yang mereka wakili di Abadikan.

  • Mockup HP berisi layar Kisah cinta dengan contoh cerita Dika & Putri; ilustrasi Dika dan Putri berdiri berjauhan di kiri dan kanan HP.

    Kisah cinta

    Tulis perjalanan kalian sendiri, dari awal kenal sampai lamaran.

    Lihat Fitur
  • Mockup HP berisi layar To-do dengan contoh checklist persiapan; ilustrasi Wenda berdiri di samping HP membawa papan jepit.

    To-do

    Checklist persiapan nikah, rapi per waktu atau per acara.

    Lihat di Paket
  • Mockup HP berisi katalog Pilih Desain Undanganmu; ilustrasi Desi berdiri di samping HP sambil memeluk tablet.

    Pilih Desain Undanganmu

    Lihat-lihat dulu, lalu pilih tema yang kalian banget.

    Lihat Katalog Tema
  • Mockup HP berisi formulir RSVP & ucapan yang belum diisi; ilustrasi Bu Rara berdiri di samping HP sambil memegang HP-nya.

    RSVP & ucapan

    Konfirmasi hadir dan ucapan tamu terkumpul di satu tempat.

    Lihat Fitur
  • Mockup HP berisi layar Check-in QR dengan contoh daftar tamu; ilustrasi Pak Tamrin menyambut di samping HP.

    Check-in QR

    Tamu tunjukkan QR dari undangan. Sekali scan, langsung tercatat.

    Lihat Fitur
  • Mockup HP berisi layar Amplop & kado tanpa nominal dengan amplop berhati menyembul; ilustrasi Om Kadek memeluk kado berpita di samping HP.

    Amplop & kado

    Tamu kirim amplop dari undangan, tercatat atas nama tiap tamu.

    Lihat Fitur

Satu hari di kampung

Film 43 detik, dari bingung mulai dari mana sampai foto bersama di pelaminan.

Ceritanya sama dengan yang kamu baca di halaman ini.

Baca deskripsi film
  1. Pagi di kampung. Kamera bergerak dari peta kampung, lalu masuk pelan ke gerbang yang dihias janur.Di sebuah kampung kecil, ada kabar bahagia.
  2. Dika & Putri duduk berjarak di bangku teras, buku catatan merah tertutup di pangkuan Putri. Gelembung “…” muncul di atas Dika, lalu Putri.Dika dan Putri mau menikah. Tapi… mulai dari mana, ya?
  3. Wenda datang membawa checklist panjang sampai menjuntai ke lantai; centangnya muncul satu per satu.Untung ada Wenda. Satu per satu, semuanya beres dicatat.
  4. Di galeri, Desi mencoba tiga tema undangan di tabletnya, lalu berhenti di satu pilihan.Desi, sepupu Putri, memilihkan undangan yang paling pas.
  5. Undangan berubah jadi pesawat kertas, terbang di atas kampung, lalu gelembung chat muncul di atap-atap rumah.Undangan pun terbang, ke setiap rumah.
  6. Di Kantor Pos Ucapan, HP Bu Rara penuh centang balasan. Ia menghitung dengan tiga jari terangkat, lalu tersenyum.Bu Rara sibuk menghitung balasan. Tinggal tiga lagi!
  7. Malam berganti pagi. Tenda dan pelaminan sudah berdiri.Lalu, tibalah Hari H.
  8. Di gerbang, tamu antre. Pak Tamrin memindai QR di HP tiap tamu, lalu menyambut mereka.Pak Tamrin menyambut tamu di gerbang.
  9. Tamu membuka undangan di HP, amplop berhati terbang keluar dari layar. Om Kadek mengacungkan jempol, piring prasmanan di tangannya.Om Kadek menjaga amplop dan kado.
  10. Akad di ruang tamu. Dika & Putri duduk lesehan berjarak, Bu Rara dan keluarga di sekitar mereka. Suasana hening.Hari itu, dua orang menjadi satu keluarga.
  11. Lalu resepsi. Dika & Putri berdua di pelaminan, lalu warga berkumpul. Hitungan “1, 2, 3”, lampu kilat, gambar berhenti di foto bersama.Yang menikah memang dua orang… tapi yang repot, satu kampung.
  12. Penutup: tulisan Sekampung Abadikan dan logo Abadikan.Sekampung Abadikan. Di balik setiap pernikahan, ada banyak orang.

Di balik layar & penerapan

Dari barisan tokoh sampai lembar karakter, plus contoh tempat warga kampung ini bisa ikut tampil.

  • Ketujuh tokoh berbaju sehari-hari berkumpul seperti foto keluarga, dengan tinggi dan bentuk badan yang berbeda-beda.
    Barisan tokoh
  • Lembar karakter Dika & Putri dari depan, samping, dan belakang, lengkap dengan palet warnanya.
    Lembar karakter
  • Empat ekspresi warga: Om Kadek tertawa, Dika heran, Putri malu di balik buku catatan, dan Bu Rara tersenyum lega.
    Ekspresi
  • Contoh undangan digital bergaya semesta ini dengan nama Dika & Putri.
    Contoh undangan
  • Contoh stiker chat: Wenda “Sudah dicentang!”, Bu Rara “Tinggal tiga lagi!”, dan Om Kadek “Makan dulu, yuk!”.
    Contoh stiker chat
  • Contoh tas kain, kipas, dan gantungan kunci bergambar warga kampung.
    Contoh merch

Tokoh dan latar dibuat dengan bantuan AI, lalu dirapikan satu per satu oleh tim Abadikan.

Terima kasih!

Dari kiri ke kanan: Wenda, Desi, Bu Rara, Dika & Putri, Pak Tamrin, dan Om Kadek.

Pernikahanmu juga punya satu kampung. Mulai dari undangannya, yuk.

Cerita & kata-kata
Tim desain Abadikan
Ilustrasi
Tim desain Abadikan, dibantu AI
Animasi & film
Tim animasi Abadikan
Halaman web
Tim pengembang Abadikan
Pemeran
Dika & Putri dan seluruh warga kampung